Kaki kesemutan saat duduk terlalu lama sering menimbulkan rasa tidak nyaman. Sensasinya bisa berupa kebas, geli seperti tertusuk jarum, atau rasa seperti ada aliran listrik kecil pada kaki. Keluhan ini biasanya muncul ketika seseorang duduk bersila, menekuk kaki, atau mempertahankan posisi tubuh yang sama dalam waktu lama.
Dalam banyak kasus, kesemutan akan berkurang setelah seseorang mengubah posisi dan menggerakkan kaki. Namun, keluhan yang sering berulang, berlangsung lama, atau muncul tanpa alasan yang jelas perlu mendapat perhatian.
Kesemutan dapat terjadi karena tekanan sementara pada saraf. Meski begitu, gangguan saraf, diabetes, dan sejumlah kondisi kesehatan lain juga dapat menimbulkan sensasi serupa.
Mengapa Kaki Bisa Kesemutan saat Duduk?
Salah satu penyebab paling umum adalah tekanan pada saraf akibat posisi duduk. Ketika seseorang menekuk kaki atau duduk bersila terlalu lama, bagian tubuh tertentu dapat menekan saraf yang berperan dalam menghantarkan sensasi.
Tekanan tersebut mengganggu penghantaran sinyal saraf untuk sementara. Akibatnya, kaki terasa kebas atau kesemutan. Setelah seseorang mengubah posisi, tekanan biasanya berkurang dan sensasi perlahan kembali normal.
Posisi duduk juga dapat membuat otot menjadi kaku. Kondisi ini sering terjadi pada orang yang bekerja di depan komputer, belajar berjam-jam, atau melakukan perjalanan panjang tanpa banyak bergerak.
Namun, kesemutan tidak selalu berasal dari posisi duduk. Jika keluhan muncul berulang kali meskipun seseorang sudah mengubah kebiasaannya, pemeriksaan lebih lanjut dapat membantu menemukan penyebabnya.
Kebiasaan yang Dapat Memicu Kesemutan
Beberapa kebiasaan sehari-hari dapat meningkatkan kemungkinan munculnya kesemutan pada kaki.
1. Duduk bersila terlalu lama
Posisi bersila dapat memberikan tekanan pada saraf di sekitar lutut dan kaki. Jika seseorang mempertahankan posisi ini terlalu lama, sensasi kebas atau kesemutan dapat muncul.
2. Menekuk kaki dalam waktu lama
Duduk dengan lutut tertekuk tajam atau menindih salah satu kaki dapat menekan jaringan di sekitarnya. Mengubah posisi secara berkala membantu mengurangi tekanan tersebut.
3. Jarang bergerak saat bekerja
Pekerjaan yang mengharuskan seseorang duduk berjam-jam dapat membuat tubuh berada dalam posisi yang sama terlalu lama. Selain meningkatkan ketegangan otot, kebiasaan ini juga dapat memperburuk rasa tidak nyaman pada kaki.
4. Posisi kursi kurang sesuai
Kursi yang terlalu tinggi atau terlalu rendah dapat membuat kaki berada pada posisi yang kurang nyaman. Tepi kursi yang menekan bagian belakang paha juga berpotensi menambah tekanan pada jaringan di sekitarnya.
Cara Mengatasi Kaki Kesemutan
Jika kesemutan muncul setelah duduk terlalu lama, beberapa langkah sederhana dapat membantu meredakan keluhan.
Ubah Posisi Duduk
Segera luruskan kaki jika sebelumnya kamu duduk bersila atau menekuk lutut terlalu lama. Pastikan kedua kaki mendapat ruang yang cukup dan tidak tertindih oleh tubuh.
Hindari mempertahankan satu posisi selama berjam-jam. Mengubah posisi secara berkala dapat membantu mengurangi tekanan pada saraf.
Gerakkan Kaki secara Perlahan
Cobalah menggerakkan pergelangan kaki, meluruskan lutut, atau berjalan sebentar setelah duduk lama. Lakukan gerakan secara perlahan, terutama ketika kaki masih terasa kebas.
Jika sensasi kesemutan belum hilang, hindari langsung melakukan olahraga berat. Beri waktu sampai sensasi dan kekuatan kaki kembali normal.
Atur Posisi Kursi dan Meja
Saat bekerja, letakkan kedua telapak kaki di lantai atau gunakan pijakan kaki jika diperlukan. Atur tinggi kursi agar lutut berada dalam posisi nyaman dan bagian belakang paha tidak mendapat tekanan berlebihan.
Kamu juga dapat memasang pengingat untuk berdiri dan bergerak secara berkala. Kebiasaan ini membantu mengurangi waktu duduk tanpa jeda.
Kesemutan yang Sering Muncul Bisa Menandakan Masalah Kesehatan
Kesemutan yang terus berulang perlu mendapat perhatian, terutama jika tidak berkaitan dengan posisi tubuh. Salah satu kemungkinan penyebabnya adalah neuropati perifer, yaitu gangguan pada saraf tepi yang dapat menimbulkan kebas, kesemutan, rasa terbakar, atau kelemahan otot.
Diabetes merupakan salah satu penyebab neuropati perifer. Kadar gula darah yang tinggi dalam jangka panjang dapat merusak saraf dan memengaruhi sensasi pada kaki.
Selain itu, kekurangan vitamin tertentu, penggunaan alkohol berlebihan, tekanan pada saraf akibat masalah tulang belakang, dan beberapa kondisi medis lain juga dapat menimbulkan keluhan serupa.
Karena penyebabnya beragam, jangan langsung menyimpulkan bahwa kesemutan menandakan kekurangan vitamin atau gangguan peredaran darah. Dokter dapat menilai gejala, riwayat kesehatan, dan kebutuhan pemeriksaan untuk menentukan penyebab yang tepat.
Kapan Kesemutan Harus Diperiksa?
Segera konsultasikan keluhan kepada tenaga medis jika kesemutan sering kambuh, tidak kunjung membaik setelah perubahan posisi, menyebar, atau disertai kelemahan kaki. Pemeriksaan juga penting jika sensasi kebas membuat kamu sulit berjalan atau menjaga keseimbangan.
Ada kondisi tertentu yang membutuhkan pertolongan darurat. Jika kesemutan atau mati rasa muncul mendadak pada satu sisi tubuh, terutama bersama kelemahan lengan, wajah menurun sebelah, gangguan bicara, atau gangguan keseimbangan, segera cari pertolongan medis karena kondisi tersebut dapat menandakan stroke.
Nyeri punggung berat yang disertai kelemahan kedua kaki, mati rasa di sekitar selangkangan, atau gangguan baru dalam mengendalikan buang air kecil maupun besar juga membutuhkan penanganan segera.
Mengenali perbedaan antara kesemutan sementara dan keluhan yang menetap membantu seseorang mengambil langkah yang tepat. Jika kesemutan hanya muncul setelah posisi duduk tertentu dan segera membaik setelah bergerak, perubahan kebiasaan dapat membantu. Namun, jangan menunda pemeriksaan ketika gejalanya semakin sering, memburuk, atau muncul bersama tanda bahaya.
Baca juga: Mata Lelah akibat Terlalu Lama Menatap Layar, Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

