Mobil irit BBM tidak selalu bergantung pada kapasitas mesin atau teknologi yang digunakan. Cara mengemudi, kondisi kendaraan, tekanan ban, hingga beban yang dibawa juga dapat memengaruhi konsumsi bahan bakar.
Dua mobil dengan spesifikasi mesin yang sama bahkan bisa memiliki konsumsi BBM berbeda. Kebiasaan pemilik saat menggunakan kendaraan menjadi salah satu faktor yang sering luput dari perhatian.
Karena itu, memahami berbagai faktor yang memengaruhi konsumsi bahan bakar dapat membantu pemilik mobil menghemat pengeluaran tanpa harus mengganti kendaraan.
Cara Mengemudi Memengaruhi Konsumsi BBM
Gaya mengemudi memiliki pengaruh besar terhadap penggunaan bahan bakar. Kebiasaan menginjak pedal gas secara agresif membuat mesin bekerja lebih keras.
Akselerasi secara tiba-tiba juga dapat meningkatkan konsumsi BBM. Kondisi serupa dapat terjadi ketika pengemudi sering melakukan pengereman keras lalu kembali mempercepat kendaraan.
Sebaliknya, pengemudi dapat menjaga kecepatan secara lebih stabil. Akselerasi yang halus membuat kerja mesin lebih teratur sehingga penggunaan bahan bakar dapat lebih efisien.
Tekanan Ban Jangan Diabaikan
Tekanan ban juga berhubungan dengan efisiensi bahan bakar. Ban dengan tekanan terlalu rendah membuat bidang kontak dengan permukaan jalan semakin besar.
Kondisi tersebut membuat mobil membutuhkan tenaga lebih besar untuk bergerak. Akibatnya, mesin dapat menggunakan bahan bakar lebih banyak.
Pemilik mobil sebaiknya memeriksa tekanan ban secara berkala. Gunakan tekanan sesuai rekomendasi pabrikan yang biasanya tercantum pada bagian pintu mobil atau buku manual kendaraan.
Beban Mobil Ikut Menentukan
Semakin berat beban yang dibawa, semakin besar pula tenaga yang diperlukan mobil untuk bergerak. Karena itu, kebiasaan membawa barang yang sebenarnya tidak diperlukan dapat membuat konsumsi BBM meningkat.
Periksa bagasi secara berkala dan keluarkan barang yang tidak lagi digunakan. Langkah sederhana ini dapat membantu mengurangi beban kendaraan.
Pengemudi juga sebaiknya memperhatikan jumlah penumpang ketika menghitung kebutuhan bahan bakar, terutama saat melakukan perjalanan jauh.
Kondisi Mesin Memengaruhi Efisiensi
Mesin yang bekerja dalam kondisi baik cenderung memberikan performa yang lebih optimal. Sebaliknya, masalah pada komponen tertentu dapat membuat konsumsi BBM meningkat.
Filter udara yang kotor, busi bermasalah, oli yang tidak sesuai, atau gangguan pada sistem pembakaran dapat memengaruhi kinerja mesin.
Karena itu, lakukan servis sesuai jadwal. Jangan menunggu mobil mengalami masalah besar untuk memeriksa kondisi mesin.
Penggunaan AC Juga Berpengaruh
AC menjadi fitur penting bagi pengemudi, terutama saat berkendara di cuaca panas. Namun, penggunaan AC memberikan beban tambahan pada mesin.
Penggunaan AC dengan suhu sangat rendah dalam waktu lama dapat membuat kerja sistem AC semakin berat. Meski begitu, pemilik mobil tidak perlu mematikan AC setiap saat demi menghemat BBM.
Lebih penting untuk memastikan sistem AC dalam kondisi baik. Filter kabin yang kotor atau sistem pendingin yang bermasalah dapat membuat AC bekerja lebih keras.
Hindari Terlalu Sering Berhenti dan Menyalakan Mobil
Kondisi lalu lintas juga memengaruhi konsumsi BBM. Kemacetan membuat mobil sering berhenti, kemudian kembali bergerak secara berulang.
Situasi tersebut membuat mesin bekerja tanpa menghasilkan jarak tempuh yang sebanding. Karena itu, konsumsi BBM di dalam kota biasanya berbeda dengan perjalanan di jalan yang lebih lancar.
Pengemudi dapat memilih waktu perjalanan yang lebih sepi jika memungkinkan. Rute dengan lalu lintas lebih lancar juga dapat membantu mengurangi aktivitas berhenti dan berakselerasi secara berulang.
Perhatikan Kecepatan Saat Berkendara
Kecepatan tinggi dapat membuat konsumsi bahan bakar meningkat. Hambatan udara juga semakin besar ketika mobil melaju lebih cepat.
Selain itu, kebiasaan mempertahankan kecepatan tinggi lalu melakukan pengereman berulang dapat membuat penggunaan BBM semakin tidak efisien.
Menjaga kecepatan secara stabil sesuai kondisi jalan dan batas yang berlaku dapat membantu penggunaan bahan bakar tetap terkendali.
Jangan Abaikan Spooring dan Kondisi Ban
Selain tekanan ban, kondisi keseluruhan ban juga perlu mendapat perhatian. Ban yang aus atau mengalami masalah pada kesejajaran roda dapat memengaruhi kenyamanan dan efisiensi berkendara.
Spooring membantu menjaga posisi roda tetap sesuai. Sementara itu, balancing membantu menjaga roda tetap seimbang saat berputar.
Jika mobil terasa menarik ke satu sisi atau setir bergetar pada kecepatan tertentu, pemilik sebaiknya memeriksakan kondisi roda dan ban.
Pilih Rute yang Lebih Efisien
Rute perjalanan juga dapat menentukan seberapa banyak BBM yang digunakan. Jalan yang lebih pendek belum tentu selalu menghasilkan konsumsi bahan bakar paling rendah jika rute tersebut sering mengalami kemacetan.
Saat ini, pengemudi dapat memanfaatkan aplikasi navigasi untuk melihat kondisi lalu lintas dan mencari rute alternatif.
Namun, jangan hanya mengejar jarak terpendek. Pertimbangkan juga kondisi jalan, kepadatan lalu lintas, jumlah lampu merah, serta banyaknya tanjakan.
Perawatan Rutin Membantu Menjaga Efisiensi
Mobil yang mendapatkan perawatan secara rutin lebih mudah dipantau kondisinya. Pemilik dapat mengetahui masalah pada kendaraan sebelum gangguan tersebut berkembang menjadi lebih besar.
Selain mengganti oli sesuai jadwal, periksa filter udara, busi, ban, rem, sistem AC, dan komponen lain sesuai rekomendasi pabrikan.
Pada akhirnya, mobil irit BBM bukan hanya hasil dari teknologi mesin. Kebiasaan mengemudi, kondisi kendaraan, tekanan ban, beban, penggunaan AC, hingga karakter perjalanan ikut menentukan konsumsi bahan bakar.
Dengan merawat kendaraan secara rutin dan menerapkan kebiasaan berkendara yang lebih efisien, pemilik mobil dapat membantu menjaga konsumsi BBM tanpa mengorbankan kenyamanan berkendara.
Baca juga: 10 Tips Membeli Mobil Bekas untuk Pemula

