Budi adalah seorang anak muda usia 25an, sama kayak mayoritas kita-kita, yang punya mimpi besar: menikah, punya keluarga yang bahagia, tapi yang terpenting bisa punya semua-semua sendiri. Punya rumah sendiri, punya mobil sendiri, punya bisnis sendiri, bisa jalan-jalan ke luar negeri sama keluarga (kalau pandemi sudah lewat). Maklum walaupun saat ini dia ke mana-mana nyetir mobil, tapi itu masih mobil ortunya. Walaupun rumahnya bisa dibilang enggak kecil, tapi itu juga masih rumah ortunya. Mau pergi liburan ke luar negeri juga masih nebeng sama ortu…

Nah, masalahnya dengan Budi adalah dia punya mimpi yang besar tapi enggak tahu harus mulai dari mana buat memulai menggapainya.

Sounds familiar?

Banyak dari kita juga yang seperti Budi. Kita punya keinginan A, B, C, sampai Z, tapi sudahnya kita bingung sendiri, harus mulai dari mana. Ada terlalu banyak mimpi yang ingin kita raih tapi masalahnya waktu kita terbatas, uang kita terbatas. Jadi kita harus memilih.

Bagaimana caranya kita memilih dari sekian banyak mimpi itu mana yang harus diutamakan? Coba kamu tuliskan mimpi-mimpi kamu tadi terus jawab pertanyaan-pertanyaan di bawah…

 

  1. Mana dari mimpi-mimpi itu yang termasuk kebutuhan primer?
  2. Mana dari mimpi-mimpi itu yang urgen harus dipenuhi dalam waktu dekat?
  3. Mana dari mimpi-mimpi itu yang bisa ditunda?

Nah, kalau sudah, coba lihat lagi mimpi mana yang termasuk urgen. Itulah yang harus kamu fokuskan untuk dicapai.

Punya banyak mimpi itu ok, tapi ingat, enggak semua mimpi bisa diwujudkan, jadi kita harus pilih-pilih mimpi mana yang akan diwujudkan duluan.

Langkah berikutnya, kalau sudah tahu mimpi mana yang akan dicapai, kita bisa gunakan metode S.M.A.R.T buat mencapainya. Apa itu S.M.A.R.T?

Specific

M-easurable

A-chieavable

R-ealistic

T-imely

 

Ok, yuk sekarang kita bahas satu-satu langkah-langkah SMART yang bisa kita lakukan buat menggapai mimpi kita. Buat kali ini kita akan bahas dua dulu, Specific dan Measurable.

 

Be Specific

Nah, kalau sudah tahu mimpi mana yang akan difokuskan, next step-nya, kamu spesifikkan mimpi itu. Misalnya kamu punya mimpi mau punya rumah sendiri. Coba dibuat lebih spesifik. Rumahnya seperti apa? Harganya berapa? Luas tanahnya mau berapa? Berapa lantai? Kalau perlu kamu bisa gambar rumah idaman kamu itu terus gambarnya kamu tempel di tempat yang bakal kamu lihat setiap hari.

Atau kalau kamu bukan termasuk orang yang jago gambar, buka aja browser-mu, cari gambar rumah yang mirip seperti yang kamu inginkan, save, terus jadikan wallpaper HP atau komputer kamu, jadi tiap hari kamu bisa ingat kalau kamu punya mimpi yang harus dikejar.

Kenapa sampai harus cari gambar segala? Karena manusia itu gampang lupa. Karena itu perlu banget kita pasang reminder berupa gambar, tulisan, foto, atau apa pun supaya kita ingat mimpi apa yang mau kita kejar.

Buat membantu kamu menspesifikkan mimpi kamu, gunakan panduan 6W di bawah ini. Misalnya kita punya mimpi ingin bisa punya kendaraan. Coba tanyakan:

  • What (Apa): kendaraan apa yang ingin kamu punya? Mobil? Motor? Mereknya?
  • Why (Mengapa): Mengapa kamu ingin punya?
  • Who (Siapa): Siapa saja yang terlibat supaya kamu bisa mendapatkannya? Apa kamu sendirian atau kamu butuh bantuan orang lain? Ortu misalnya?
  • Where (Dimana): Dimana kamu ingin membelinya?
  • When (Kapan): Kapan kamu akan membelinya?
  • Which (Yang Mana): Kendaraan yang mana yang akan kamu beli? Kendaraan baru atau second?

Kalau kamu sudah bisa menjawab semua pertanyaan tadi, jangan lupa DICATAT ya, biar ingat dan juga biar bisa jadi pendorong semangat kamu buat mengejar mimpi.

It is Measurable

Measurable artinya bisa diukur. Misalnya kita ingin punya kendaraan, roda empat. Kita sudah tahu jenis, merek, warnanya. Apa kita juga sudah tahu berapa biaya yang diperlukan? Kapan kita akan mendapatkannya? Apa kita sudah tahu cara membelinya? Tunai atau dicicil? Kalau dicicil, DP-nya berapa? Cicilannya berapa kali?

Semakin kamu spesifik sama mimpi yang ingin kamu raih, semakin kamu bisa mengukur sudah sampai sejauh mana kamu dalam proses meraihnya. Apa kamu masih di tahap persiapan? Atau kamu sudah setengah jalan? Atau kamu sudah hampir mendapatkannya?

Semua itu akan bisa terjawab kalau kamu tahu dengan spesifik dan punya standar ukuran yang jelas.

Mungkin banyak dari kita yang sudah tahu atau minimal pernah dengar tentang SMART, tapi yang jadi fokus bukan apakah kita sudah tahu atau belum. Yang mesti jadi pertanyaan adalah, sudahkah kita melakukannya?

Mau tahu bagaimana caranya menerapkan metode SMART ini secara praktis? Ikuti Seminar The Golden Hands, dengan tema Are You SMART Enough? Registrasi klik di sini.

Jangan lupa juga follow akun sosial media. Instagram: @socfinancial. LinkedIn: SOC Financial & Group.

You Might Also Like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *